Startup Bisnis Kuliner yang Sudah Menebar Manfaat Untuk Banyak Orang

Startup Bisnis Kuliner yang Sudah Menebar Manfaat Untuk Banyak Orang Sejatinya makna bisnis tidak hanya yang menghasilkan profit materi saja, namun dampak sosialpreneur yang mesti diutamakan. Bisnis akan terus memberikan penghasilan jangka panjang jika manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak orang, namun sebaliknya bisnis akan mati mendadak jika tujuannya untuk kekayaan materi semata. Di era digital ini, tak sedikit anak muda berlomba-lomba membuat inovasi dalam memecahkan masalah melalui aplikasi digital. Salah satu aplikasi digital yang dirancang untuk melestarikan ekosistem yang hampir punah ialah di bidang bisnis kuliner. Internet hadir untuk memudahkan urusan masyarakat menjadi mudah, berikut beberapa startup bisnis kuliner yang sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

  • Wahyoo
    Sebuah startup yang menumbuhkan bisnis warung makan menjadi go-online. Startup ini sudah membantu lebih dari enam ribu (6000) warung makan untuk bisa lebih sejahtera dan lebih maju melalui pemanfaatan teknologi digital. Bersama Wahyoo para pelaku usaha kuliner mendapatkan trik-trik khusus mengenai permodalan, pengembangan dan pelatihan bisnis, redekorasi tempat usaha, bahkan penyediaan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Melalui aplikasi warung makan digital ini, warung-warung makan tradisional menjadi modern, laris dan terkenal berkat hadirnya wahyoo. Perlu diketahui founder dari wahyoo adalah Peter Shearer Setiawan, pemuda Indonesia yang peduli terhadap kerja keras pelaku usaha warung makan. Pemuda ini mempunyai niatan untuk mengembangkan keahlian pelaku warungan menjadi lebih profesional dan berkualitas. Selain pelaku warung makan, yang bisa bergabung dengan startup wahyoo ini ialah sponsorship dan juga suplier barang. Bagi anda yang berminat menjadi bagian dari keluarga wahyoo, silahkan kunjungi websitenya https://www.wahyoo.com/.
  • Madhang
    Startup kuliner ini dipelopori oleh Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, keduanya merupakan enterpreneur muda yang mengembangkan bisnis digital. aplikasi madhang memiliki perbedaan dengan aplikasi wahyoo. Madhang memiliki visi untuk mensejahterakan taraf hidup keluarga. Melalui aplikasi ini setiap keluarga bisa bergabung menjadi member madhang, tidak hanya dikhususkan untuk pelaku usaha kuliner, karena startup ini memiliki cara pandang bahwa setiap keluarga memiliki resep istimewa yang khas dan berbeda dari keluarga lainnya. Sehingga berawal dari sini berkeyakinan bahwa dengan berbekal resep masakan keluarga bisa menjadi modal usaha kuliner yang mempunyai nilai ekonomi dan bisnis. Startup madhang ingin mengenalkan dampak digital terhadap ekonomi keluarga di bidang kuliner masakan rumahan. Jadi, aplikasi ini sangat cocok untuk ibu-ibu rumah tangga agar mendapatkan income yang lebih, meski hanya dirumah saja. untuk info selanjutnya bisa di cek di website https://madhang.id.
  1. Wakuliner
    Marketplace e-commerce khusus kuliner pertama hadir di Indonesia pada bulan Januari tahun 2016. Tidak berbeda dengan aplikasi lain, wakuliner menampilkan toko-toko makanan didalamnya, yang sudah diikuti oleh lebih dari 10.000 merchant meliputi: aneka snack, produk oleh-oleh, makanan legendaris, katering, kopi dan juga merchant franchise kuliner. Ceo wakuliner sendiri, Anthony Gunawan memang mempunyai latar belakang programmer, sehingga ia memutuskan untuk membuat startup digital bidang kuliner. Aplikasi wakuliner membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut serta bergabung menjadi merchant dengan syarat yang cukup mudah, yakni memiliki logo toko, buku rekening dan foto menu makanan. Wakuliner sudah menyebar di seluruh Indonesia sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses dengan ongkos kirim yang juga terjangkau tentunya. Untuk info selengkapnya bisa di akses di website resmi https://www.wakuliner.com/.
    Semangat berkarya demi mewujudkan Indonesia maju bersama generasi solusi membawa pembaruan untuk kemajuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.